top of page

 Latest Events 

Kuliah ke Mainland China & Taiwan: Realita yang Harus Siap Dihadapi

  • May 6
  • 2 min read
SDH DM Alumni Podcast: Study Abroad to China
SDH DM Alumni Podcast: Study Abroad to China

Di balik peluang besar, ada proses yang perlu dipersiapkan dengan matang

Kuliah di Mainland China dan Taiwan semakin diminati murid yang ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri. Namun, di balik peluang tersebut, ada proses panjang yang sering tidak terlihat. SDH Daan Mogot berkesempatan meng-interview beberapa alumni yang sedang atau pernah berkuliah di sana untuk menanyakan pengalaman mereka secara jujur dan langsung.


Persiapan & Jalur Masuk

Langkah awal dimulai dari beberapa dokumen yang perlu disiapkan antara lain recommendation letter, otobiografi, surat berkelakuan baik, serta sertifikat seperti IELTS atau HSK, tergantung program yang dipilih. Untuk jalur masuk, tersedia pilihan beasiswa maupun pribadi. Proses beasiswa biasanya melalui seleksi nilai rapor, tes, hingga wawancara. Beberapa alumni juga terbantu dengan agen pendidikan dalam proses pendaftaran.


Bahasa & Adaptasi: Tantangan, Culture Shock dan Sekaligus Peluang

Salah satu tantangan terbesar adalah bahasa. Meski beberapa alumni memiliki kemampuan mandarin yang mumpuni, namun kecepatan bicara penutur asli seringkali membuat kaget di awal, bahkan terasa sulit untuk diikuti.


Namun, seiring waktu, kemampuan bahasa Mandarin justru menjadi nilai tambah yang besar: membantu dalam komunikasi, mempercepat proses adaptasi sehari-hari, kedekatan dengan orang lokal, serta pengurangan beban dalam menjalani keseharian. Oleh karena itu, persiapan kemampuan Mandarin menjadi sesuatu yang tidak dapat ditawar meskipun kelas yang diincar adalah kelas-kelas internasional.


Selain itu, culture shock juga tidak terhindarkan. Ada kebiasaan-kebiasaan publik dan demografi yang tidak ada atau jarang di Indonesia. Mulai dari sistem pembuangan sampah yang teratur, perubahan cuaca yang cukup ekstrim, hingga kebiasaan pembayaran yang hampir sepenuhnya digital. Di sini, kita sebagai pendatang perlu belajar menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan orang setempat.



Dunia Kuliah & Kehidupan Sehari-hari

Sistem belajar di sana dikenal sangat disiplin. Mahasiswa terbiasa belajar dengan tekun dan sering menghabiskan waktu di perpustakaan. Namun, untuk kehidupan rohani, ada beberapa keterbatasan. Kegiatan ibadah tetap bisa dilakukan, tetapi tidak sebebas di Indonesia, terutama di ruang publik.

Soal kerja part-time, aturan berbeda di tiap negara. Di China mainland umumnya tidak diperbolehkan, sementara di Taiwan masih memungkinkan dengan ketentuan tertentu. Untuk biaya hidup, keduanya relatif mirip tergantung gaya hidup masing-masing.


Love It or Hate It

Love it: kualitas udara yang lebih baik, night market yang rapi dan teratur, serta tingkat keamanan yang tinggi.


Hate it: beberapa alumni mengaku perlu waktu beradaptasi dengan rasa makanan, cuaca yang berbeda, model dan standar toilet yang berbeda dengan di Indonesia, serta ritme kehidupan yang serba cepat, termasuk gaya mengemudi yang terasa terburu-buru.


Tips dari Alumni

Di akhir sesi, para alumni memberikan pesan sederhana namun penting:


"Jangan takut untuk mulai berbicara dalam bahasa Mandarin, meskipun belum sempurna."


Persiapkan kemampuan bahasa sejak dini agar lebih siap saat berada di lingkungan baru.Dan yang tidak kalah penting, siapkan dokumen jauh-jauh hari agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar. Kuliah di luar negeri bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang belajar mandiri dan keluar dari zona nyaman. (RR)

 
 
 

Comments


Subscribe to Our Newsletter

Thanks for submitting!

bottom of page