Mini Live-in Grade 8 SDH Daan Mogot: A Holistic Learning Experience
Jan 15
2 min read
Updated: Oct 5

Sekolah Dian Harapan Daan Mogot menghadirkan penyegaran kegiatan fieldtrip untuk kelas 8 melalui program Mini Live-in Grade 8 SDH Daan Mogot. Program ini resmi diluncurkan pada tahun ajaran ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang mendorong murid belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
A Journey to Semarang, Ungaran, and Salatiga
Pada edisi perdana, seluruh murid kelas 8 melakukan perjalanan ke Semarang, Ungaran, dan Salatiga pada tanggal 14–17 Oktober 2025.
Pada Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB, rombongan kelas 8 berangkat dari sekolah menuju Lawang Sewu, Semarang, sebagai destinasi pertama. Di museum ini, murid-murid menyaksikan pemutaran film sejarah berdirinya KAI selama kurang lebih 40 menit. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan tur museum untuk melihat berbagai peninggalan era kolonial Belanda.

Sekitar pukul 19.00, rombongan bertolak menuju Rumah Makan Mang Engking Ungaran untuk makan malam. Setelah itu, mereka tiba di Wahid Prime Hotel Salatiga sekitar pukul 21.30 untuk beristirahat.
Engaging Activities in Sumowage
Hari kedua diawali dengan sarapan bersama sebelum rombongan menuju Desa Wisata Sumowage, Getasan, Kabupaten Semarang. Di desa ini, murid-murid mengikuti berbagai aktivitas edukatif. Mereka belajar membuat produk berbahan dasar susu sapi, seperti yogurt, sabun susu, stik susu, dan permen susu.
Murid juga diajak mengunjungi kandang sapi. Mereka mendengarkan penjelasan mengenai proses pemeliharaan sapi, distribusi susu, dan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas yang digunakan oleh masyarakat sekitar.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi foto bersama sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke Wujil Resort and Conventions, Ungaran, untuk makan malam dan beristirahat.

Exploring Cultural Richness in Lerep
Pada hari terakhir, rombongan memulai kegiatan dengan sarapan bersama sebelum berangkat ke Desa Wisata Lerep. Sebagai pembuka, murid-murid mengikuti tarian khas Desa Lerep, yaitu Tari Caping.
Beragam aktivitas kemudian dijalani. Mereka melakukan trekking, mengolah bunga telang, melukis caping, membuat wayang suket, aquaponik, beternak domba, membuat keripik, menanam padi, hingga mini games. Di antara berbagai kegiatan tersebut, trekking menjadi aktivitas yang paling diminati meskipun cuaca cukup terik.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Desa Lerep, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dusun Semilir. Di tempat wisata ini, murid-murid mengikuti mini games, mencoba berbagai wahana, menikmati makan malam bersama, serta berbelanja oleh-oleh sebelum kembali ke hotel.
Pada Jumat, 17 Oktober 2025, rombongan bertolak kembali ke Jakarta dan tiba di sekolah sekitar pukul 17.30 WIB.
The Impact of Mini Live-in Program
Melalui Mini Live-in Grade 8 SDH Daan Mogot, murid tidak hanya belajar di luar kelas. Mereka juga mengembangkan empati, kemandirian, kerja sama, serta apresiasi terhadap budaya dan kehidupan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang membekas dan membentuk karakter murid secara holistis.
In conclusion, the Mini Live-in Grade 8 SDH Daan Mogot program exemplifies how educational experiences can be enriched through direct engagement with the community. By participating in such activities, students are encouraged to develop a deeper understanding of their surroundings and foster a sense of responsibility towards their environment and society.
(NGS/MT)


















@FNF Dari semua kegiatan di Desa Wisata Lerep, bagaimana proses membuat wayang suket dan mengolah bunga telang dijalankan oleh para murid, dan apakah mereka juga mendapat penjelasan tentang kegunaan hasilnya dalam kehidupan masyarakat setempat?