• rickyyakobuskota

Home Based Learning SDH Lubuklinggau

Bukan suatu rahasia bahwa saat ini bangsa kita dan bangsa-bangsa lainnya sedang menghadapi suatu persoalan yang serius, yaitu pandemi COVID-19. Pandemi ini memiliki penyebaran yang sangat signifikan, sehingga telah menyebar luas sampai ke berbagai negara di belahan dunia ini dengan cepat. Keadaan ini menuntut kami untuk dapat melakukan banyak hal di luar kebiasaan kami. Memang tahun 2020 adalah tahun yang luar biasa dan penuh dengan pengalaman pertama bagi setiap kami. Untuk pertama kalinya, kami harus saling melindungi dengan menjaga jarak, menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah, beribadah di rumah, dan bahkan juga melakukan proses pembelajaran berbasis internet yang lebih dikenal dengan (Home Based Learning).


Dalam situasi seperti sekarang ini, kami semua diajak untuk tetap melihat bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kami tidak terlepas dari kendali dan kedaulatan Allah. Bahkan, di tengah masa pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini, kasih dan penyertaan Allah senantiasa menyertai setiap kami. Ia memberikan hikmat dan kebijaksanaan kepada kami untuk memberi respon hati yang baik di tengah keadaan yang tidak mudah seperti saat ini. Sebagai bagian dari komunitas yang mendukung segala usaha pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 ini, komunitas SDH Lubuklinggau juga ikut melaksanakan work from home (WFH) untuk guru-guru dan home based learning (HBL) untuk murid-murid.


Banyak sekali pergumulan yang komunitas kami alami di awal pelaksanaan HBL ini. Guru-guru kami secara umum bergumul dalam berkerja melebih waktu yang seharusnya, mencari cara agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas, serta belajar untuk menggunakan teknologi agar dapat menopang pembelajaran. Wali-wali kelas bergumul untuk terus dapat menjangkau murid-murid yang kesulitan dalam mengikuti HBL ini serta berusaha keras untuk tetap dapat berkomunikasi dengan orang tua dan siswa agar dapat terus berjuang bersama-sama dalam proses yang tidak mudah ini. Murid-murid bergumul dalam mengatur waktu pembelajarannya selama HBL ini dan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran dengan bimbingan jarak jauh yang masih sangat baru bagi murid-murid kami. Begitu pula dengan orang tua yang bergumul dengan membagi waktu untuk mendampingi anak-anaknya dalam HBL dan pekerjaannya.


Dalam kondisi ini, seluruh anggota komunitas kami dituntut untuk dapat beradaptasi secepat mungkin dengan perubahan-perubahan yang harus terjadi dalam proses ini. Dengan tanggap, guru-guru kami mulai mempelajari penggunaan Microsoft Teams sebagai sarana belajar selama masa HBL, mempersiapkan berbagai macam media pembelajaran dan aktivitas yang terus ditingkatkan seiring berjalannya waktu, memantau berjalannya HBL, menjangkau murid-murid yang menghadapi kendala dalam HBL, dan berkoordinasi dengan orang tua untuk meningkatkan kualitas HBL yang berlangsung selama masa pandemi ini. Melalui proses yang terus berjalan, dukungan dari murid-murid serta orang tua, dan refleksi pribadi guru-guru kami, secara perlahan komunitas kami mulai mampu beradaptasi dengan keadaan.



Apa kata guru-guru kami mengenai Home based learning ini?


“Pembelajaran Home Based Learning yang saya jalani selama 3 bulan terakhir ini, menyadarkan saya bahwa mengajar tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Guru dapat mengajar murid melalui sarana yang berbeda namun dengan esensi dan tujuan yang tetap sama yaitu pertumbuhan murid, baik itu secara spiritual, sikap, kemampuan berpikir dan motorik. Halangan dan tantangan untuk pengalaman mengajar Home Based Learning memang jauh berbeda ketika mengajar di depan kelas dan bertatap muka secara langsung dengan murid. Pada awalnya saya merasa bahwa HBL ini sangat menjadi pergumulan dan tantangan berat bagi saya. Namun, Puji Tuhan saya diberikan kemampuan melewatinya karena Tuhan yang memberikan kekuatan, sebab saya sadar bahwa ini merupakan bentuk pelayanan saya untuk murid dan Tuhan.” - Pak Gabriel


Bagaimana dengan tanggapan murid-murid?


“Dari home learning yang saya jalankan selama 3 bulan ini, saya merasakan bahwa terdapat beberapa kemajuan dalam HBL yang telah diadakan pada bulan maret. Awalnya saya merasakan jenuh dan tidak nyaman dengan home learning ini, namun sejak diadakan survey untuk para murid dalam mengikuti home learning, saya dapat merasakan beberapa perubahan. Seperti pada awalnya saya merasa jenuh pada home learning ini, lama-kelamaan saya merasa cukup nyaman dan dapat menyesuaikan diri dengan program belajar ini. Mulai dari perubahan jumlah mata pelajaran dalam sehari hingga siswa dapat mengatur waktu belajarnya sendiri. Saya senang dalam pembelajaran di rumah, namun saya masih merindukan kebahagiaan yang saya dapatkan di sekolah bersama teman-teman dan para guru.” Gilbert (Grade VIII)


“Pada awalnya saat saya menjalani home based Learning, saya merasa bahwa ini akan cukup sulit untuk dijalani. Ada banyak perubahan dalam pembelajaran sekolah dan rasa bosan seringkali hadir. Namun setelah cukup lama menjalani HBL, setelah diadakannya banyak perbaikan oleh pihak sekolah, saya semakin bisa menyesuaikan diri dan menikmati HBL ini seperti pembelajaran langsung di sekolah. HBL ini juga membawa banyak manfaat bagi saya pribadi, saya jadi bisa belajar mengatur jam belajar saya sendiri dan juga walaupun ada keterbatasan ruang, itu tidak menjadi hambatan bagi siswa dan guru untuk bisa berkomunikasi secara online. Saya senang saat tiba waktunya untuk face time, di mana saya, teman-teman serta guru bisa saling berkomunikasi seperti biasanya dan saya berharap keadaan sulit ini segera pulih dan pembelajaran secara langsung bisa segera dilakukan.”-Olivia (Grade VIII)

“Saya merasa bahwa, home learning yang diadakan oleh sekolah ini sangatlah berguna untuk melanjutkan materi yang belum terselesaikan. Karena adanya pandemik ini membuat segala sesuatu dilakukan secara online, dan membuat pembelajaran kurang seru, suasananya juga berbeda. home learning lebih sulit dilakukan, perlu banyak penyesuaian diri.” – Russel (Grade X)

“Berdasarkan pengalaman saya dalam Home based Learning dari SDH, semuanya tetap berjalan dengan lancar walaupun bergantung pada jaringan internet. Perbedaan tempat dan suasana belajar tidak menghalangi pembelajaran, devosi dan pembelajaran tetap dilakukan setiap hari produktif. Semoga ke depannya dapat melaksanakan pembelajaran di sekolah secara langsung.” -Justine (Grade XI)

Puji Tuhan, walaupun belum sempurna, semua anggota komunitas kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan bagian kami masing-masing. Banyak hal baru yang sama-sama dapat kami pelajari dan syukuri dari kondisi saat ini. Dengan setia, Allah selalu menyertai kami dalam melewati masa-masa yang penuh tantangan ini sehingga hati kami selalu dipenuhi pengharapan.


Dokumentasi Home Learning



Copyright  ©  2020 Dian Harapan School