top of page

Parents Webinar: "Cerdas Finansial di Era New Normal"



Pandemi covid-19 masih menjadi tantangan bagi dunia. Pandemi covid di Indonesia masih terkendali, namun tetap harus diwaspadai. Akselerasi vaksinasi menjadi kunci menuju living with endemic. Pemerintah memiliki program Peningkatan Kapasitas Fiksal untuk menangani pandemi secara luas, dan mendorong pemulihan ekonomi di era New Normal.

Saat bisa mengelola rencana, mengukur rencana dan menetapkan target, maka keberhasilan 50% udah ditangan anda. "Dr. Adi Budiarso, FCPA"

Sektor keuangan memegang peranan penting sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi.

Potret Kesehatan Sektor Keuangan Indonesia Salah satu indikator yang mempengaruhi kesehatan sektor keuangan adalah bagaimana masyarakat Indonesia menabung di dana pensiun. Menurut Standar Buruh Internasional (ILO), 10-15% dari uang kita setiap bulan harus dialokasikan untuk dana pensiun. Sektor keuangan di Indonesia membutuhkan transformasi fundamental dari keluarga, masyarakat, dan bangsa. Secara institusi, Kementerian keuangan (BI dan OJK) akan bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan untuk membantu merubah kebiasaan masyarakat Indonesia

dalam mengelola keuangan.




Dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit, kita dapat melipatgandakan kemampuan kita, sehingga dapat berdampak bagi kita, keluarga dan bangsa-bangsa. - "Dr. Adi Budiarso, FCPA"

Adanya digitalisasi, mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Namun dengan adanya digitalisasi ini, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi keuangan, supaya tidak terjebak dengan investasi bodong dan investasi dengan resiko yang besar.


NTT menjadi salah satu dari 2 daerah yang inklusi keuangan dan literasi perlu ditingkatkan. Hal ini

tentu dapat dilakukan dengan bersinergi, kolaborasi dan membuka diri untuk belajar. Salah

satunya adalah dengan menjadi Anak Diklat Sektor Keuangan.

  1. Pengelolaan keuangan harus mempunyai tujuan Tujuan ini menjadi fondasi dari strategi pengelolaan keuangan yang kuat

  2. Cek kesehatan keuangan kita Pertimbangkan apakah ada yang kurang dan tidak sehat dalam keuangan kita

  3. Membuat perencanaan keuangan Setelah itu, kita dapat memilihinstrumen investasi yang cocok untuk kebutuhan kita

Jangan menggunakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk membiayai kebutuhan jangka pendek atau sebaliknya (Miss Match). Hal ini dapat terjadi jika kita tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik.- "Dr. Adi Budiarso, FCPA"
bottom of page