• Indra Setiadi

Potensi yang Terkurung Dalam Sangkar Kemalasan

Malas! Satu kata yang sering diucapkan banyak orang. Kata yang diucapkan ketika mendapatkan sebuah tugas yang harus dikerjakan. Herannya, kata tersebut begitu mudah meluncur dari mulut kita tanpa perlu direncanakan. Generasi yang kini mulai berganti justru jadi tidak berarti, ya itu karena kata malas yang selalu di sorakan. Semua orang kini seolah terkurung dalam sangkar kemalasan. Jika terus begini, mampukah Indonesia untuk terus bertahan? Miris rasanya melihat bangsa ini tidak ada kemajuan. Kemalasan seolah menguasai para remaja untuk tidak berkembang. Sia-sia semua usaha yang dilakukan para pahlawan, karena nyatanya kita kalah! Kalah dalam mempertahankan kemerdekaan belajar kita.


Ki Hadjar Dewantara yang merupakan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi di Indonesia saat kita masih dijajah pasti merasa kecewa. Ironis sekali bangsa Indonesia jika tidak bisa berkembang dalam pendidikan. Saya sendiri merasakannya di mana kata malas merupakan kata yang selalu muncul dalam percakapan kami. Sebagai remaja kita harusnya melakukan banyak hal produktif demi kemajuan bangsa. Kenyataan yang terjadi membuat saya bertanya kenapa kita malas saat mengembangkan potensi yang kita miliki? Alasan yang diberikan teman-teman saya pun juga beraneka ragam, seperti karena tidak memiliki tujuan yang jelas dalam mengembangkan diri, ingin hidup hanya dengan bersenang-senang, dan karena tidak ada kemauan lebih untuk mengembangkannya. Jawaban mereka membuat saya mulai membuka mata tentang keadaan negara kita sekarang ini.


Kita berada di keadaan yang krisis, semua remaja yang harusnya aktif justru menjadi pasif. Kita beruntung pemerintah masih mendukung kita untuk terus berjuang, berbagai lomba dilaksanakan seperti KSN, 02SN, dan FLS2N. Itu sebenarnya untuk apa? Itu untuk kita semua para remaja agar mau berjuang dan bisa keluar dari sangkar kemalasan kita. Ajang KSN yang sengaja dibuat untuk mengembangkan potensi para remaja dalam bidang akademik, serta 02SN merupakan ajang untuk mengembangkan bakat olahraga dan FLS2N untuk mengembangkan potensi seni yang dimiliki. Ini membuktikan bahwa kita semua itu unik dan punya bakat yang berbeda. Pemerintah memfasilitasi keunikan kita semua lewat berbagai lomba tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah juga terus melakukan banyak upaya lainnya untuk memajukan pendidikan bangsa seperti beasiswa untuk anak- anak yang berprestasi dan aktif, Selain beasiswa ada juga kartu Indonesia pintar yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah kita, dengan pemberian bantuan uang Tunai untuk anak-anak kurang mampu. Dan bahkan yang terbaru pemerintah juga memberikan bantuan berupa kuota internet agar semua murid dapat melakukan aktivitas belajar dengan lancar, padahal jika dilihat lagi kondisi ekonomi Indonesia sekarang sedang lesu tapi pemerintah masih sangat memikirkan cara untuk memfasilitasi kita semua dalam meningkatkan potensi kita. Ini sebenarnya upaya yang dilakukan untuk menghilangkan rasa malas dalam diri kita. Tapi kita cenderung mengabaikan upaya serta fasilitas yang diberikan pemerintah dan membuatnya menjadi sia-sia.


Sebagai remaja seharusnya kita malu dengan diri kita yang kurang berusaha untuk membangun bangsa. Rasanya musuh terbesar bagi para remaja adalah kemalasan itu sendiri. Jika kalian merasa tidak memiliki potensi apa-apa coba pikirkan kembali. Karena jawaban seperti itu hanya keluar dari mulut seorang pemalas yang enggan berusaha padahal kesempatan ada di depan mata. Kita semua pasti memiliki potensi. Walaupun, potensi yang dimiliki semua orang tidak sama. Ada orang yang pandai dalam matematika, ada juga orang yang pandai dalam menggambar. Banyak juga yang tidak pandai matematika dan menggambar tetapi sangat pandai dalam olahraga. Potensi kita itu tidak terbatas. Jangan mengkotakan potensi hanya sebatas dalam akademik, karena tidak semua selalu dilihat dari nilai. Jika kita terus nyaman dalam sangkar kemalasan ini maka percayalah berapa puluh tahun ke depan mungkin Indonesia akan tetap seperti ini dan tertinggal jauh dari negara lainnya. Indonesia mungkin akan terus kalah saing dan tidak bisa menjadi negara maju karena kemalasan kita semua.


Apakah keadaan ini masih dapat berubah? Saya harap pertanyaan tersebut yang muncul dalam benak kalian. Kita masih dapat mengubah ini semua! Belum terlambat untuk berubah sekarang. Buka mata dan pikiran, lawan rasa malas dalam diri kita dan keluarlah dari sangkar kemalasan itu! Lalu, terbanglah tinggi menggapai impian kita, dengan cara menggunakan semua fasilitas yang telah pemerintah kita berikan dengan baik dan sesuai. Dengan begitu kita pasti bisa memajukan Indonesia dan menciptakan bonus demografi terbaik dalam sejarah melebih seluruh negara lainnya. Banggakan para pahlawan yang telah berjuang demi pendidikan di Indonesia, dan yang paling penting banggakan negara tempat kamu lahir dan tempat kamu akan menghembuskan nafas terakhirmu ini yaitu Indonesia. Buat Indonesia merasa bahagia dan sejahtera dimulai dari diri kita masing-masing. Semangat dan terbanglah para remaja Indonesia!

By Rachelina Marceliani 12 IPS


4 views
Copyright  ©  2020 Dian Harapan School