Christmas Carol SMP SDH Daan Mogot: Tim Caroling Sebarkan Kasih Natal ke Komunitas Luar Sekolah
- Admin
- 5 days ago
- 2 min read

Berbeda dengan tradisi tahun-tahun sebelumnya, di mana murid hanya bernyanyi di lingkungan sekolah, tahun ini Panitia Natal SMP mengajak murid untuk terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Christmas Carol SMP SDH Daan Mogot.
Kegiatan ini dirancang untuk melatih murid berbagi kebahagiaan Natal dengan orang-orang di luar lingkaran pertemanan mereka. Sebanyak 70 murid dengan penuh antusias mendaftar dan dibagi ke dalam lima tim untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang telah ditentukan.
Rangkaian kegiatan diawali oleh perwakilan murid kelas 8 yang mengunjungi para purnabakti SDH Daan Mogot, yaitu Ibu Fenty dan Bapak Antonius Sugiarto. Sambutan hangat ditunjukkan oleh tuan rumah dan diterima dengan penuh sukacita oleh para murid.
Untuk menyiasati keterbatasan ruang, para murid bernyanyi hingga ke area pekarangan dan teras rumah dengan semangat dan ketulusan.
Pada hari kedua dan ketiga, giliran tim perwakilan kelas 7 yang melanjutkan pelayanan. Mereka mengunjungi sejumlah lansia yang direkomendasikan gereja, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan kesehatan sehingga tidak dapat mengikuti ibadah di gereja.
Kunjungan juga dilakukan ke kediaman Ibu Luciana, mantan Principal SDH Daan Mogot, sebagai bentuk penghormatan dan kasih kepada sosok yang pernah melayani sekolah.
Program Christmas Carol SMP SDH Daan Mogot ditutup dengan kunjungan ke Panti Wreda Berea, Kedoya, oleh tim gabungan murid kelas 8 dan 9. Agenda tidak hanya diisi dengan pujian Natal dan penyerahan bingkisan, tetapi juga interaksi personal antara murid dan para penghuni panti.
Para murid diajak berkeliling melihat fasilitas panti serta berbincang langsung dengan para Oma. Suasana kekeluargaan pun tercipta, di mana para lansia merasa terhibur layaknya dikunjungi oleh cucu sendiri.
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar bernyanyi, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan pelayanan nyata kepada sesama. Kiranya pengalaman ini menjadi langkah awal bagi murid untuk terus membagikan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. (HLS/NGS)




























Comments