top of page

Laboratorium Makerspace untuk Proses Belajar yang Produktif, Kreatif dan Inovatif

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan sebagai kurikulum nasional sejak tahun ajaran 2013/2014. Para siswa didorong untuk produktif, kreatif, dan inovatif dalam belajar menurut kurikulum ini. Salah satu profil Sekolah Dian Harapan sejalan dengan hal ini, yaitu menggunakan beragam metode pengajaran untuk mendorong murid mau terlibat dan belajar terus-menerus (profil SDH #11). Tentunya, fasilitas yang mendukung diperlukan untuk menciptakan proses belajar yang produktif, kreatif dan inovatif ini.



Pada 2019, Sekolah Dian Harapan Lippo Village menghadirkan laboratorium makerspace, sebuah ruang kreatif yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas peralatan berteknologi tinggi (High Tech) seperti Printer 3D, printer A3, drone, peralatan multimedia, maupun peralatan berteknologi rendah (Low Tech) seperti gunting, cutter, glue gun, cutting mat, gergaji, dan solder. Desain ruangan dirancang sedemikian rupa untuk mendukung proses pembuatan project secara berkelompok atau pun individu. Selain itu, para guru dipermudah untuk mengimplementasikan konsep pembelajaran abad ke-21, yaitu menggunakan 4C (Critical thinking and problem solving, creativity and innovation, collaboration, communication).


Penggunaan fasilitas laboratorium makerspace dalam proses pembelajaran sudah dimulai sebelum dan selama masa pandemi. Berikut ini beberapa contoh proses Design Thinking di kelas dengan menggunakan fasilitas laboratorium makerspace:


Pesawat Sederhana: IPA kelas 8 pada Oktober 2022

Pembelajaran ini dimulai dengan melakukan brainstorming berbagai jenis contoh pesawat sederhana. Siswa diajak untuk membayangkan bila tidak ada pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pesawat sederhana merupakan anugerah Tuhan yang menolong manusia untuk mempermudah kegiatan sehari-hari. Bahkan, prinsip pesawat sederhana juga ada di dalam rangka tubuh manusia.


Selanjutnya, siswa mengerjakan proyek bersama temannya dengan model pembelajaran Pair and Share dan melalui proses Differentiate Instruction untuk membuat produk yang bervariasi. Siswa dapat memilih dua jenis pesawat sederhana untuk pembuatan purwarupa ini, kemudian menghitung Usaha dan Keuntungan Mekanis. Siswa terlihat antusias dalam proses belajar ini, hanya masih perlu evaluasi untuk proses pengambilan data.


Big Idea: Creating Innovative Product to Save Non-Renewable Energy and our Planet - Ujian Praktik (Interdiciplinary) kelas 9

Siswa bekerja dalam kelompok untuk mempresentasikan produk yang sudah divisualisasikan. Pada kesempatan ini, siswa bisa memilih rancangan dengan produk 3D model atau handmade poster  yang dapat menunjang presentasi promosi inovasi mereka. Setelah proses brainstorming dan research yang berangkat dari kepedulian mereka sehubungan dengan penggunaan energi dan kerusakan bumi, mereka menentukan jenis dan produk yang mereka akan buat. Desain/ rancangan produk pun dibuat dilengkapi dengan detail fungsi dan kegunaan, serta seberapa efektif bisa mengurangi penggunaan non-renewable  energi.


Harmonisasi Hak Dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Pancasila: PPKn kelas 11

Siswa bersama kelompok menganalisis suatu peristiwa pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia kemudian mevisualisasikannya dalam sebuah majalah dinding.


Ruangan makerspace yang ditata khusus untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi di dalam kelompok dengan lebih produktif. Meja-meja diposisikan saling berhadapan agar siswa dapat saling membantu dan bersemangat dalam mengerjakan produk mereka. Printer 3D digunakan untuk mengembangkan design secara digital. Selain itu, para siswa diajarkan untuk bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.



Sumber: