top of page

Live In: Ngraosaken Pepanggihan Kaliyan Gusti - SDH Cikarang



Kebahagiaan di Sederet Hijau: Siswa Terlibat Aktif dalam Proses Menanam dan Merawat Tanaman.

Kegiatan Live-In yang diselenggarakan oleh Sekolah Dian Harapan Cikarang untuk siswa kelas 12 telah sukses dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2023 hingga 3 November 2023.

Adapun tempat pelaksanaan kegiatan ini, yakni di Dusun Pandean Lor, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Dengan melibatkan 82 siswa kelas 12, yang didampingi oleh 7 guru pembimbing.

Tentunya, acara ini berhasil memberikan pengalaman berharga dan pengalaman yang tidak terlupakan oleh para peserta Live-In.


Sesuai dengan tujuan utama dari kegiatan Live-In ini, memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan kehidupan sebagai warga desa. Mereka diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan atau pekerjaan sehari-hari, seperti membantu orang tua asuh bekerja di pagi hari. Melalui pengalaman ini, sebagai siswa diharapkan dapat lebih memahami realitas kehidupan di pedesaan dan menghargai kerja keras serta keberagaman budaya masyarakat desa.


Adapun tema Live-In yang kami ikuti adalah "Ngraosaken Pepanggihan Kaliyan Gusti". Tema ini tentunya mencerminkan makna mendalam bahwa pada kehidupan, seseorang dapat merasakan kehadiran Tuhan dan bahkan dapat berjumpa dengan-Nya.

Tema ini sangat relevan dengan fase transisi kehidupan para siswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan mereka dan memasuki dunia nyata. Live-In menjadi wahana yang tepat untuk membangun pemahaman dan nilai-nilai kehidupan yang kuat.


Para siswa kelas 12 turut serta dalam berbagai pekerjaan yang diluar kebiasaan mereka sehari-hari. Pagi-pagi buta, mereka bersiap untuk memasuki ladang, merasakan kehidupan pedesaan yang segar dan tenang. Momen bekerja ini bukan hanya sekadar rutinitas harian, tetapi sebuah pengalaman yang mendalam tentang kerja keras petani dan keseharian masyarakat desa.


Selama Live-In, para siswa terlibat untuk bekerja di ladang, menanam dan merawat tanaman dengan bimbingan para petani setempat. Hal ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang pertanian dan siklus tanam-menanam, tetapi juga menggali apresiasi terhadap proses sederhana namun krusial dalam menyediakan makanan dan mencari nafkah bagi masyarakat desa.


Pelajaran di Alam Terbuka: Siswa Menikmati Aktivitas Berkebun dan Beternak di Desa

Selain berkebun, sebagian siswa juga terlibat dalam kegiatan beternak, belajar merawat hewan ternak seperti sapi. Bagi siswa SDH Cikarang, hal ini adalah momen langka. Para siswa yang terbiasa dengan lingkungan perkotaan dan kehidupan sekolah formal, sekarang dapat menikmati kehidupan di desa dengan kehidupannya.


Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya terlibat dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari, tetapi juga berinteraksi dengan keluarga dan komunitas setempat. Momen ini memberikan kesempatan emas bagi siswa untuk memahami lebih dalam budaya dusun dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan berinteraksi masyarakat desa. Dengan demikian, kegiatan ini juga mengarah pada pengembangan aspek sosial dan budaya.

Selain melibatkan siswa untuk bekerja layaknya profesi rata-rata masyarakat di sana, kegiatan Live-In ini juga melibatkan partisipasi aktif dari 20 siswa terpilih untuk berkesempatan untuk mengajar. Mereka dipilih untuk menjadi pengajar selama satu hari untuk tiga mata pelajaran, yaitu olahraga, bahasa Inggris, serta gabungan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan Matematika. Para siswa ini, dengan semangat bertemu anak-anak, mereka berperan sebagai guru yang membimbing siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 1 Pandean.


Pilihan ini diambil dengan harapan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam dan menyenangkan bagi siswa SDN 1 Pandean. Setiap pengajar siswa terpilih memiliki tanggung jawab khusus dalam memberikan materi yang menarik dan interaktif, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan memotivasi siswa untuk berkembang dalam bidang-bidang tersebut.


Pelajaran di Alam Terbuka: Siswa Menikmati Aktivitas Berkebun dan Beternak di Desa
Pelajaran di Alam Terbuka: Siswa Menikmati Aktivitas Berkebun dan Beternak di Desa

Salah satu puncak kegiatan Live-In adalah Malam Pentas Seni yang diselenggarakan pada malam terakhir. Para peserta aktif mengikuti latihan pentas seni secara rutin selama kegiatan berlangsung. Malam Pentas Seni menjadi ajang bagi siswa untuk merasakan pengalaman berpartisipasi dalam kegiatan kesenian lokal. Hal ini juga dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas diantara peserta serta membangun kepercayaan diri mereka dalam mengekspresikan diri di depan umum.


Dengan kesuksesan Live-In tahun ini, berharap bahwa pengalaman ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi perkembangan pribadi siswa. Selain itu, semoga kegiatan semacam ini dapat terus menjadi tradisi kegiatan tahunan di sekolah, yang tentunya memberikan dampak positif bagi para siswa dalam menghadapi adaptasi kehidupan.


Penulis: Kaitlyn Ivana Widiarto, XII MIPA 1, Peserta Ekskul “Blogger Club” SMA Dian Harapan Cikarang 

0 comments
bottom of page