top of page

OSIS menyelenggarakan SoF – Sips of Faith in Our Youth



Sips of Faith in Our Youth

Siapa bilang anak remaja tidak memperhatikan hal-hal spiritual. Banyak dari mereka sudah menggumulkan hal-hal ini sejak masa muda mereka. ”Apakah Tuhan itu benar-benar ada? Benarkah Tuhan mengasihi saya? Mengapa Kristus harus mati di kayu salib?”


Latar belakang inilah yang ditangkap oleh para pengurus OSIS dan kemudian dituangkan dalam bentuk program SoF. SoF sendiri adalah kepanjangan dari Sips of Faith in our youth. Secara terjemahan bebas, dapat diartikan sebagai seteguk iman di masa muda.


SoF dibimbing oleh Mr. Darman, salah satu guru BS (Biblical Studies) beserta dengan 3 pembina OSIS. Bentuk kegiatan ini berupa kelompok di mana murid dapat saling berbagi cerita tentang pengalaman rohani mereka dan pergumulan mereka. Apa yang mereka bagikan berkaitan dengan topik yang ditetapkan di pertemuan itu. Pertemuan itu sendiri dicanangkan setiap Jumat pertama setiap bulan.


Jumat, 1 Maret kemarin, SoF mengambil tema ”Kasih Tuhan”. Tema ini mengadaptasi kisah “Perumpamaan Tentang Anak Yang Hilang – Lukas 15: 11–24”. Beberapa pertanyaan diajukan ke para peserta untuk memperdalam tentang kisah ini. Seperti (1) mengapa anak bungsu meminta harta bagiannya dan kemudian pergi ke negeri yang jauh, (2) mengapa si anak bungsu itu dikatakan hilang, dan terutama (3) apa kaitan peristiwa Yesus mati di kayu salib dengan kisah si anak yang hilang ini?


Sebesar apapun kesalahan manusia, Dia tetap mengasihi kita dan memberikan apa yang kita perlukan dalam hidup. Ini persis sama seperti Sang Ayah yang tetap mengasihi anak-Nya walaupun ditinggal dan dikecewakan.


Sips of Faith in Our Youth

Para peserta berkesimpulan bahwa mereka perlu belajar untuk dapat mengasihi dan memberi pengampunan kepada sesama, meskipun telah membuat hati kita kecewa, bersedih, bahkan terluka sekalipun. Tujuannya hanya satu, untuk belajar semakin serupa Kristus yang mengasihi kita tanpa batas dan tanpa syarat.

コメント


bottom of page