SDH Daan Mogot Buat Sejarah di DBL Jakarta Series
- Admin
- 5 days ago
- 2 min read

Melanjutkan performa impresif sebagai runner-up West Jakarta Series pada Agustus lalu, SDH Daan Mogot DBL Jakarta Series melangkah ke Championship Jakarta Series dengan penuh percaya diri. Dengan format double elimination yang berlaku sejak 2022, setiap tim memiliki dua kesempatan bertanding, memberi ruang bagi SDH Daan Mogot untuk terus berjuang meski sempat mengalami kekalahan.
Berkat sistem ini, SDH Daan Mogot berhasil mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Jakarta Series dengan menembus Fantastic Four dan semifinal, sebelum kembali harus mengakui keunggulan SMA Jubilee Jakarta.
Versus SMA Al Maruf (44–32)
Sejak awal pertandingan, tim tampil solid, rapi, dan penuh konsentrasi. SDH Daan Mogot hampir selalu berada dalam posisi unggul sepanjang laga. Meski sempat tertinggal di kuarter kedua, mereka dengan cepat bangkit dan kembali mengendalikan permainan hingga menutup laga dengan kemenangan selisih 12 poin.
Kapten tim, Louis Marxeliu, tampil impresif dengan kontribusi 16 poin dan 5 rebound, menjadi motor utama kemenangan di laga pembuka Championship.
Versus SMA Jubilee Jakarta (39–79)
Langkah SDH Daan Mogot harus terhenti sementara saat menghadapi runner-up musim lalu, SMA Jubilee Jakarta. Setelah berjuang keras selama empat kuarter, pertandingan ditutup dengan skor 79–39 untuk kemenangan Jubilee.
Versus SMA 1 PSKD Jakarta (56–39)
Di pertandingan hidup-mati, SDH Daan Mogot tampil luar biasa dan mengamankan kemenangan meyakinkan atas SMA 1 PSKD Jakarta. Skor akhir 56–39 memastikan langkah Zebaoth menuju Fantastic Four untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi mereka di Jakarta Series.
Nama Fanando Alarice menjadi sorotan dengan catatan gemilang: 22 poin, 8 rebound, dan 5 steal dalam 29 menit bermain—kontribusi krusial di momen paling menentukan.
Versus SMA Jubilee Jakarta (55–98)
Pada babak semifinal, SDH Daan Mogot kembali harus berhadapan dengan Jubilee. Sejak babak pertama, tim tertinggal cukup jauh dengan skor 23–8. Meski berusaha mengejar ketertinggalan, laga akhirnya berakhir dengan selisih 43 poin.

Perjalanan SDH Daan Mogot DBL Jakarta Series musim ini tidak datang secara instan. Setelah dua musim absen dari Championship, mereka kembali dan langsung menembus semifinal.
“Jujur, saya nggak nyangka bakal sejauh ini,” ujar Coach Luthfi. “Tapi melihat kualitas anak-anak dan persiapan yang sudah berjalan tiga tahun, hasil ini terasa masuk akal.” Meski demikian, sang pelatih menegaskan bahwa pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. “Target kami tetap satu: menjadi juara Jakarta.”
Selamat untuk tim Zebaoth. Tetap rendah hati, terus bertumbuh, dan berani bermimpi lebih tinggi. Kita nantikan pencapaian berikutnya di musim mendatang.(Disadur dari dbl.id)


















Comments